- Kebocoran Emosi: saat berbagai gejolak emosi akibat kejadian, peristiwa sebelumnya yang kita alami ternata masih berdampak pada apa yang sedang kita lakukan saat ini.
- Kebocoran emosi menyebabkan stamina level kita menjadi turun. Mungkin saja kita bekerja begitu lama tetapi ternyata waktu yang kita habiskan tidak selalu merupakan waktu yang produktif, oleh karena banyaknya masalah lain sebelumnya yang menggerogoti energi level kita.
- Yang seringkali membuat kita stres dan kehabisan energi adalah beban emosi. Misalkan ada 3 pekerjaan dengan tingkat stres tertinggi: pialang saham, ICU, pemadam kebakaran.
- Intinya, bukan hanya soal manajemen waktu, tapi juga soal manajemen energi. Buku: „The Power of Full Engagement“ karya Jim Loeke dan Tony Schwaltz:
- Banyak orang meluangkan waktu harus kerja hingga Sabtu dan Minggu tapi masalahnya soalnya outputnya cuma setengah karena dipaksa. Masalahnya gergaji emosinya sudah tumpul, tapi dipaksa untuk memotong. Jadilah waktu yang dihabiskan lebih banyak.
- Tes di AS: 1998 satu diminta menembak target terus-menerus selam tiga hari. Satu lagi tembak lalu jeda. Hasilnya, penembak dengan jeda lebih tinggi akurasinya.
- Di Jepang: Karoshi „kematian akibat kerja terlalu keras“, penyebabnya: kerja tanpa istirahat dilaporkan sejak tahun 1969
- Kondisi stamina emosi yang rendah akan cepat mengikis habis stamina fisik kita.
- Intinya: belajar untuk charge kembali energi kita dengan cepat. Contoh yang baik bagaimana pengaruh stamina emosi adalah dua bintang olah raga: John McEnroe dan Jimmy Connors. McEnroe terpaksa gantung raket pada usia 34 tahun. Staminanya habis dan performanya kacau. Jimmy Connors masih melanjutkan hingga 40 tahun.
- Stamina emosi rendah, diri jadi rentan:
- Masalah kecil jadi besar, komentar main-main jadi menyakitkan, pekerjaan sepele jadi tertunda-tunda!
- Yang harus membuat kita iri bukanlah orang yang sibuk! Tapi mereka yang hanya sedikit di kantor tapi mampu menghasilkan dan mencapai banyak.
- Frame ini yang harus dipakai: „It’s not about how long you work, but how mch you produce?“
- 2 Tips penting:
- Hindari kebocoran emosi. Jangan biarkan emosi kita akibat peristiwa kita yang sebelumnya mengganggu kita
- Lakukan pekerjaan dengan cepat jangan menunda-nunda
|