Tahun 2007 ini Gramedia menerbitkan pemikiran lanjutan Daniel Goleman, pelopor EQ dunia tentang Social Intelligence (SI).
Emotional Intelligence: banyak fokus pada hubungan dengan intrapersonal, tiba gilirannya pada Social Intelligence ditekankan soal hubungan dengan orang lain
KECERDASAN SOSIAL: “Kemampuan untuk memahami, mengelola dan bertindak bijaksana terhadap orang lain”
Isi Kecerdasan Sosial terdiri dari 2: Kesadaran Sosial (Social Awareness) & Fasilitasi Sosial (Social Fasility)
Sosial awareness terdiri dari: empatik dasar (primal empathy), penyelarasan (atunement), ketepatan empatik (empatic accuracy), pengertian social (social cognition)
Fasilitasi Sosial: sinkroni (selaraskan bahasa tubuh), presentasi diri, pengaruh dan concern
Telah terjadi KOROSI SOSIAL (SOCIAL CORROTION) & DISKONEKSI DENGAN DUNIA LUAR (SOCIAL DISCONECTION) yang makin parah
Kesimpulan penting:
(1) Otak kita membuat kita memang makhluk yang tercipta untuk suka bergaul (SOCIAL NEUROSCIENCE)
(2) Tapi hubungan itu tidak selalu positif: hubungan yang positif berdampak positif pada kesehatan kita, hubungan yang negatif ternyata dapat meracuni kesehatan kita
(3) Interaksi social membentuk ulang otak kita, ini berita baik dan berita buruk. Setiap interaksi mempengaruhi neuroplasticity (plastisitas otak) yang dapat menyusun tata ulang baru di otak.
(4) Emosi orang lain bisa menular seperti pilek
Bahasan Lanjutan: Tiga Sekawan Kelam (Manusia yang Bermasalah dengan Kecerdasan Sosial) – The Dark Triad
Orang yang mengalami kesulitan hubungan dan empati dibagi dalam 3 golongan: (1) Narcis; (2) Machiaveli; (3) Psikopath/Sosiopath
Hati-hatilah dengan pribadi yang berbahaya, mereka disebut: Tiga Sekawan Kelam (The Dark Triad)
Mereka tidaklah memenuhi kategori diagnosa psikologis, jadi tidak berada di rumah sakit jiwa, tetapi….mereka berada di sekitar kita (di rumah, di sekolah, di universitas, di lembaga, di pemerintahan, di lingkungan kerja)
Ciri-ciri Penting:
Narcis: “Dunia ada untuk memujaku”
Kisah Narciscus yang lebih mencitai dirinya sendiri
Sifat: tidak peduli dengan orang lain, merasa kebutuhan dirinya adalah yang terpenting, egois, makin umum di jajaran atas, sebenarnya narcis itu tidaklah jelek dan ada yang positif, suka jadi popular, mereka bisa melakukan hal heroic supaya dikagumi, bukan karena value, kompetitif, siap eksploitasi orang
Ilusi diri: Ia merasa orang lain menyukai dirinya, padahal tidak demikian
Jangan salah, banyak orang Narcis yang kemudian menjadi sukses
Senang dengan pekerjaan tantangan tinggi, karena kalau bisa lewati mereka akan diberikan tepuk tangan
Selama tidak merugikan orang lain, sebenarnya tidaklah terlalu buruk
Dari “Tiga sekawan kelam”, ini yang paling tidak berbahaya
STRATEGI: Masuk ke dunia dirinya, baru bawa masuk ke dunia kita, Butuh untuk dipuji dulu, jangan di-invalidating
Machiaveli: “Dunia ada sebagai alatku”,
Nicollo Machiavelli: “Politics have no relations and moral”
Kisah “boss bermuka dua”
Konsep Nicollo Machiavelli dalam Sang Pangerang: manipulasi licik untuk melanggengkan kekuasaan
Tidak selalu ingin popular, tetapi agenda dirinya menjadi yang utama, dan mungkin ia mau peduli dan dengarkan orang lain tetapi dengan tujuan supaya goalnya tercapai, ia merasa dirinya benar, sejrah hidupnya dipenuhi oleh orang yang sakit hati
Empati visi-terowongan: dia bisa berempati dan memusatkan perhatian, kalau ada tujuannya
STRATEGI: Jangan terlibat dalam politiknya, selalu aware dan hati-hati, menentang konsepnya tapi jangan sampai membuatnya emosional (adu secara prinsip dengannya kalau tidak setuju) tapi jangan sampai membangkitkan amarahnya
Sosiopath: “Dunia ada untuk dipermainkan: dikelabui, digunakan ataupun dibuang”,
Kisah peserta yang suka menyiksa trainernya
Sifat: Suka berbeda, senang membuat sekeliling menderita, tidak bisa berempati sama sekali, dari kecil suka menyiksa; agak sadistis, paling parah adalah ketika ia semakin senang melihat orang lain menderita
Tidak takut akan hukuman dan ia tetap merasa dirinya tidak bersalah
STRATEGI: Jangan membiarkan dirinya senang,hindari permainannya dan belajar untuk “breaking pattern”-nya saat dirinya mulai mau menggunakan pola penyiksaan, biarkan ia belajar caranya tidak mempan
KESIMPULAN:
Memang meletihkan kalau berhubungan dengan The Dark Triad. Kita sendiri harus putuskan, meladeni ataukah menghindari ataukah keluar dari permainan orang ini. Keputusan ini tergantung pada berapa signifikannya orang ini pada kehidupan kita
Jangan berharap terlalu banyak dan jangan pula sakit hati kalau Anda sudah merasa sudah memberikan banyak tetapi, responnya buruk atau malahan ia balik menikam Anda. Belajar untuk pahami, belajar untuk memaafkan mereka
Dengan cinta dan perhatian, kita bisa mengubah mereka. Syaratnya sabar, ikuti permainan mereka tetapi jangan terjebak. Tetap waspada. Pelan-pelan kita akan mengajari mereka ada cara yang lebih nyaman, untuk dinikmati yang tidak membuat orang lain sengsara.