|
|
|
|
 |
| |
 |
| |
| |

- Tahun 2007 ini Gramedia menerbitkan pemikiran lanjutan Daniel Goleman, pelopor EQ dunia tentang Social Intelligence (SI).
- Emotional Intelligence: banyak fokus pada hubungan dengan intrapersonal, tiba gilirannya pada Social Intelligence ditekankan soal hubungan dengan orang lain
- 1920 Edward Thordike + definisi Daniel Goleman merumuskan bahwa KECERDASAN SOSIAL adalah: “Kemampuan untuk memahami, mengelola dan bertindak bijaksana terhadap orang lain”
- Isi Kecerdasan Sosial terdiri dari 2: Kesadaran Sosial (Social Awareness) & Fasilitasi Sosial (Social Fasility)
- Sosial awareness terdiri dari: empatik dasar (primal empathy), penyelarasan (atunement), ketepatan empatik (empatic accuracy), pengertian social (social cognition)
- Fasilitasi Sosial: sinkroni (selaraskan bahasa tubuh), presentasi diri, pengaruh dan concern
- Kisah-kisah penting:
- Terjadinya KOROSI SOSIAL (SOCIAL CORROTION), krisis hubungan interpersonal yang mendalam
- 40% anak-anak di AS rata-rata tonton TV 3 jam sehari, rata-rata dunia di tahun 2004 (survey 72 negara) adalah 3 jam 39 menit per hari (jepang paling gila, 4,5 jam)
- Di Jerman, kasusnya orang ditabrak. Orangnya hanya tergeletak. Orang-oranglain melewatinya, menontonnya tapi tidak ada yang melakukan sesuatu hingga 15 menit kemudian, ada yang menelpon polisi
- Berkurangnya pertemuan, di tahun 1970 2/3 orang di AS ikut anggotaan tertentu, di tahun 1990-an berkurang jadi hanya 1/3, yang tumbuh justru keanggotaan virtual yang lebih egosentris
- Terjadinya DISKONEKSI DENGAN DUNIA LUAR (SOCIAL DISCONECTION)
- Di antrian, orang bengong dan tidak peduli (kisah di toko roti)
- Di jalan, munculnya Ipod membuat orang terisolasi dengan mendengarkan lagu-lagu daripada mendengarkan dunia
- Pemikiran penting:
- (1) Otak kita membuat kita memang makhluk yang tercipta untuk suka bergaul (SOCIAL NEUROSCIENCE)
- Sel spindle: bertindak secepat kilat untuk keputusan social lebih cepat dari spesies manapun
- Mirron neuron (neuron cermin) untuk ikut merasakan orang lain
- Dalam perjumpaan yang menyenangkan, tubuh menghasilkan zat dopamine misalkan seorang laki melihat wanita yang menarik dan wanita itu menoleh padanya (jadi tubuh mengantisipasi), tapi tidak muncul kalau ceweknya tidak memberi reaksi
- (2) Tapi hubungan itu tidak selalu positif: hubungan yang positif berdampak positif pada kesehatan kita, hubungan yang negatif ternyata dapat meracuni kesehatan kita
- (3) Interaksi social membentuk ulang otak kita, ini berita baik dan berita buruk. Setiap interaksi mempengaruhi neuroplasticity (plastisitas otak) yang dapat menyusun tata baru. Jadi, sebenarnya masa lalu yang kelam, bisa diobati dengan mengekspos pada hal-hal bari yang lebih baik. Misalkan, ada ortu yang anaknya trauma, lalu dilindungi (ini KELIRU!) , justru harus diekspos pelan-pelan sehingga terbentuk neuron baru yang positif. Begitupun sebaliknya.
- (4) Emosi orang lain bisa menular seperti pilek: kisah Goleman yang dilarang lewat pintu tertentu tapi dimarahi oleh penjaga yang akhirnya juga membuat Goleman jadi kesal. Begitupun, kasir di pasar swalayan yang ceria, membuat pengunjungnya jadi merasa bahagia
- (5) Ekonomi emosi: perjumpaan kita dengan orang lain dihitung setiap hari, apakah kita mendapatkan yang positif ataukah negatif?
- (6) 2 Jalan di otak kita: Jalan Rendah (Low Road): memicu amygdala dengan cepat (jalan yang penuh emosi) dan ada jalan Tinggi (high road) yang sifatnya lebih rasional.
- (7) Hati-hati setiap saat ada stimulus yang sadar maupun tidak sadar mempengaruhi jalan rendah kita tanpada kita sadari. Penelitian di Wurzburg: mahasiswa yang disuruh mendengarkan bahan kuliah. Satu dengan nada orang yang jengkel, satu dengan nada senang. Lalu kemudian diminta memasukkan pin ke lubang kayu yang sulit. Yang mendengarkan nada marah, ternyata gampang menyerah
- (8) Hati-hati dengan pribadi yang berbahaya: Tiga Sekawan Kelam (The Dark Triad): Narcis, Machiaveli dan Sosiopat
- Narcis: “Dunia ada untuk memujaku”, kisah Narciscus yang lebih mencitai dirinya sendiri, tidak peduli dengan orang lain, merasa kebutuhan dirinya adalah yang terpenting, egois, makin umum di jajaran atas, sebenarnya narcis itu tidak jelek dan ada yang positif, suka jadi popular, mereka bisa melakukan hal heroic supaya dikagumi
- Machiaveli: “Dunia ada sebagai alatku”, tidak selalu ingin popular, tetapi agenda dirinya menjadi yang utama, dan mungkin ia mau peduli dan dengarkan orang lain tetapi dengan tujuan supaya goalnya tercapai, ia meras dirinya benar, kisah “boss bermuka dua”
- Sosiopath: “Dunia ada untuk dikelabui, digunakan ataupun dibuang”, senang membuat sekeliling menderita, tidak bisa berempati sama sekali, dari kecil suka menyiksa
KESIMPULAN:
- Jangan biarkan terjadinya diskoneksi sosial pada anak kita. Anak yang demikian akan bermasalah di kemudian hari. (Hati-hati dengan PS, dengan jumlah jam menonton TV, biarkan permainan kelompok)
- Kita itu punya radar emosi dan emosi itu menular. Kelilingi diri kita dengan suasana yang positif: misalkan pengaturan lukisan atau pajangan. Begitu pula interaksi kita. Ini penting sekali pada customer service-nya.
- Bayangkan energi kita itu menular: saat interaksi terjadi pertukaran energi dari kita ke dia dan dari dia ke kita. Setiap kali kita berinteraksi bayangkan bagaimana energi kita keluar mempengaruhinya dan bagaimana ia mempengaruhi kita
|
|
| |
|
|
 |
 |
|
|
|
|