baiklTalk Show menghadirkan tamu: Prof. Widodo (ketua Perhimpunan Psikoneuroimunologi Cabang Jawa Barat), Mantan Guru Besar Elektro dari ITB, Dosen di Universitas Maranatha


Perhimpunan Psikoneuroimunologi Indonesia (PPI) dibentuk 4 Agustus 2005. Perhimpunan ini dimaksudkan untuk menghimpun para peminat psikoneuroimunologi (keilmuan tentang psikologi, neurologi, imunologi) yang perkembangan, penelitian dan penerapannya dapat bermanfaat sekaligus dirasakan masyarakat Indonesia.


Holden (1980) dan Ader (1981) mengenalkan istilah psikoneuroimunologi; yaitu kajian yang melibatkan berbagai segi keilmuan, neurologi, psikiatri, patobiologi dan imunologi. Selanjutnya konsep ini banyak digunakan pada penelitian dan banyak temuan memperkuat keterkaitan stres terhadap berbagai patogenesis penyakit termasuk infeksi dan neoplasma


Pada awal tahun 1950-an para ahli perilaku mempelajari hubungan perilaku dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat kompleks dan salah satu isu menarik adalah hubungan antara stres dengan sistem kekebalan tubuh. Akhir-akhir ini berkembang penelitian tentang hubungan antara perilaku, kerja saraf, fungsi endokrin dan imunitas. Penelitian-penelitian tersebut telah mendorong munculnya konsep baru yaitu psikoneuroimunologi


Hans Selye (1956) dalam penelitiannya menggunakan stimulus untuk menimbulkan reaksi fisiologik yang ia sebut GAS (General Adaptation Syndrome). Menurut teorinya stresor fisik maupun psikologik akan mengakibatkan 3 tingkatan gejala adaptasi umum; tahap reaksi alarm (alarm reaction), resistensi (resistance) dan tahap kehabisan tenaga (exhaustion).
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan stres disebut stresor. Stresor dibedakan atas 3 golongan yaitu :   

  1. Stresor fisikbiologik : dingin, panas, infeksi, rasa nyeri, pukulan dan lain-lain.
  2. Stresor psikologis : takut, khawatir, cemas, marah, kekecewaan, kesepian, jatuh cinta dan lain-lain.
  3. Stresor sosial budaya : menganggur, perceraian, perselisihan dan lain-lain. Stres dapat mengenai semua orang dan semua usia


Ide dasar konsep psikoneuroimunologi yaitu:

  1. Status emosi menentukan fungsi sistem kekebalan, dan
  2. Stres dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap infeksi dan karsinoma.
  3. karakter, perilaku, pola coping dan status emosi berperan pada modulasi sistem imun


Cara pengelolaan stresor yang positif ada tiga, yakni dengan rasionalisasi, melakukan curahan hati (curhat) dan pandai mengambil hikmah. Kualitas seseorang sangat menentukan kualitas dari pengelolaan stresor itu


Dalam bukunya, What do You Really Want for Your Children, Dr. Wayne Dyer mengatakan “Children live longer lives and are more productive if they learn wellness and optimistic attitudes as very young children.  Visualization and a sense of humor create positive thoughts.  When children laugh, they are actually releasing into their bloodstream chemicals that are necessary for the prevention and cure of disease.”

 
 
   
 

home | about us | news update |Training/seminar | gallery | radio talk | testimonial | e-mail us