- Idenya dari seorang anggota parlemen Inggris, Samuel Plimsol (1824-1898). Hidup pada masa dimana kerajaan Inggris sedang maju-majunya dalam dunia pelayaran dan kelautan. Samuel Plimsoll kenyang dengan pengalamannya di bidang pengapalan batubara. Namun, hati Plimsoll begitu tergerak ketika menyaksikan begitu banyaknya kapal perdagangan yang karam sewaktu mengarungi lautan karena kelebihan muatan batu bara. Samuel Plimsol mencetuskan gagasan yang brilian, yakni mewajibkan semua kapal untuk membuat garis batas di badan kapalnya. Ide membuat garis di badan kapal ini menjadi ide yang sangat bermanfaat. Meskipun awalnya ide ini tidak langsung diterima, namun setelah perjuangan Samuel Plimsoll selama bertahun-tahun, akhirnya di tahun 1871 keluar peraturan yang disebut Merchant Shipping Act, yang mengharuskan semua kapal dagang membuat suatu garis batas pemuatan barang. Dan sejak itu, ratusan kapal diselamatkan dari kecelakaan dan bahaya karam karena kelebihan muatan. Akhirnya, untuk menghormati Samuel Plimsol, maka sejak itu garis batas di badan kapal ini disebut sebagai Garis Plimsol.
- Pelajaran dari Garis Plimsoll dalam kehidupan kita:
- Pentingnya kita memiliki suatu garis Plimsoll untuk mengendalikan kemarahan kita. Kita banyak mengalami pengalaman tidak menyenangkan yang membuat terganggu, kesel, jengkel lalu marah. Seringkali kemarahan itu bersumber dari hal sepele, namun terus terakumulasi hingga akhirnya tumpah keluar.Celakanya, setelah semua kejadian tersebut barulah kita menyadarinya.
- Sebenarnya, emosi tak terkendali bisa dicegah. Caranya? Kita bisa memulainya dengan membangun suatu garis Plimsoll sebagai batas wajar kemarahan kita. Garis batas ini menunjukkan bahwa selama masih dibawah ambang batas garis kemarahan kita tersebut, emosi kita masih bisa kita kendalikan. Tetepi, jika kita merasa telah melewati batas garis kemarahan tersebut, kita mesti segera menarik diri, berhenti ataupun beristirahat sejenak dari situasi tersebut. Sebab jika tidak, maka reaksi kita baik kata-kata maupun tindakan kita, seringkali akan sulit dikendalikan.
- “Anger is a good servant but a bad master”
- Kemarahan yang terlalu dipendam atau dibiarkan sembarangan bisa merusak. Kemarahan yang disimpan dan tak terkendali keluarnya bisa tak dapat diprediksi dan dikendalikan, biasanya dikenal dengan istilah “kicking cat syndrome”
- Ron Potter – Efron, “10 Most Effective Ways to Overcome Anger” mengatakan ada 3 Style kemarahan: (1) masked anger: tidak sadar kalau marah, hindari kemarahan; (2) exploisive anger: tiba-tiba meledak; (3) chronic anger: marah untuk jangka panjang
- TIPS Mengelola kemarahan diri maupun orang lain tipsnya: 3A (Aknowledge their anger (hargai kemarahan orang tersebut), Ask for clarification (tanyakan untuk mendapatkan kejelasan), Anticipate solutions (kira-kira bagaimana jalan keluarnya), tapi kalau masih terus marah, kita harus mencoba supaya ia bisa merendahkan suara (duduk atau ajak duduk), kalau masih kita harus tegas, kalau menghadapi kemarahan orang lain yang sulit dikendalikan
|