STORYTELLING: Seni Mengubah dengan Cerita

What a grand thing, to be loved. What a grander thing still, to love.Victor Hugo

Ada sebuah kisah tentang musikus terkemuka, Yoseph Hayden. Diceritakan, suatu ketika, di usia tuanya, Heyden sudah harus dibantu kursi roda. Untuk menghormatinya maka digelarlah semacam konser music klasiknya yang terkenal Die Schopfung yang melukiskan kisah penciptaan oleh Tuhan. Salah satu puncaknya adalah saat Tuhan menciptakan terang. Di situlah, semua penonton berdiri dan bertepuk tangan dengan meriah. Hayden sendiri, dengan susah payah, berusaha bangun dari kursi rodanya. Ia mengeleng-gelengkan kepalanya, dan berusaha menunjuk ke atas. Pesannya sederhana, “Jangan. Jangan tepuk tangan untuk saya. Mari tepuk tangan untuk Pencipta yang ada di Atas!”. Itulah kisah luar biasa yang biasa saya pakai, dalam training komunikasi maupun soal karakter, agar kita selalu belajar kerendahan hati, seperti seorang Yosepf Hayden.

Nah, pembaca. Kisah, cerita , bahkan anekdot adalah pesan komunikasi yang luar biasa. Dalam berbagai pelatihan dan workshop yang saya lakukan, salah satu ciri khas yang selalu saya pertahankan adalah storytelling atau cerita. Pengalaman saya menunjukkan, orang menyukai cerita. Dari usia berapapun, cerita selalu menjadi favorit. Bahkan, kenyataan menunjukkan bahwa oprang bisa saya bersikap resisten terhadap suatu nasihat, tapi orang tidak mungkin resisten terhadap cerita.

Pelajaran Mental Sejak Kecil

Nasihat terbaik bagi orang tua yang ingin menanamkan pelajaran mental ataupun petuah bagi anak-anaknya, adalah melalui cerita. Karena muatan emosi dibalik cerita, akibatnya cerita lebih diingat oleh anak daripada berbagai petuah maupun teori. Saya sendiri masih teringat pentingnya belajar dan terus mengasah diri, berkat cerita dari ibu tercinta saya yang pandai sekali mendongeng. Beliau pernah berkisah cerita klasik tentang anak kecil yang malas belajar dan hanya keluyuran. Dikisahkan, suatu hari si anak ini bertemu dengan penempa besi yang sedang menempa batang besi kecil menjadi jarum. Karena keheranan, si anak ini bertanya bagaimana mungkin dilakukan. Si tukang besi ini hanya menjawab, “Kalau saya menempanya terus-menerus, cepat atau lambatm akhirnya ia akan menjadi tajam juga”. Akhirnya, si anak inipun jadi tahu, mengapa ia perlu terus mengasah otaknya juga dengan belajar. Kisah ini, begitu menginspirasi saya. Belakangan, kisah ini ternyata banyak diceritakan bahkan dibukukan oleh banyak pembicara. Saya pun seakan disegarkan kembali, kisah yang justru telah saya dengar sejak masa kecil ini.

Begitulah, bagaimana suatu kisah bisa mempengaruhi orang secara luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana membungkus pesan-pesan maupun nasihat, petuah dalam format cerita.

Sebagai pembicara, saya sering ditanya bagaimana menasihati anak yang nakal dan susah di atur. Salah satu teknik terbaik yang bisa disarankan bagi mereka, adalah menggunakan cerita. Karena itulah, dongeng sebelum tidur ataupun kisah-kisah yang bisa diceritakan sebelum meninabobokkan anak selalu merupakan salah satu teknik persuasi yang baik kepada anak kita untuk menginterlisasikan sesuatu value tertentu.

Sebuah Teknik Hypnosis Terselubung

Banyak orang tidakmenyadari bahwa storytelling merupakan suatu bentuk teknik hypnosis yang terbaik. Mengapa dikatakan demikian? Sebab, storytelling membuat suatu pesan diterima tatkla kesadaran kita tidak terlalu kritis terhadapnya. Itulah proses persuasi ala hipnosis. Saya pernah bertemu seorang gadis yang terluka selama bertahun-tahun karena ditinggal pacarnya. Ia begitu menderita, tetap tetap susah dikonseling. Akhirnya, saya lantas menciptakan kisah ini.

Ada seorang wanita yang pernah ditinggal pergi denga menyakitkan oleh kekasihnya. Hal itu membuatnya sangat terluka. Terluka selama bertahun-tahun. Si wanita itu telah berusaha berbagai cara dari konsultasi hingga ke psikiater untuk melupakan pacarnya. Tetapi, semakin ia berusaha semakin bayangan pacarnya it uterus-menerus muncul di pelupuk matanya. Hingga suatu ketika ia bertemu dengan seorang bijaksana yang menasihatinya. “Kamu itu seperti seorang yang mau tidur tapi memasang kuping dengan suara mesin pompa yang masih menyala. Suaranya sebenarnya biasa-biasa saja, tapi kamu terus mendengar dan terus berpikir, suara itu harus dihentikan. Tapi kamu tidak punya kuasa menghentikannya. Semakin kamu memikirkan dan mendengar suara itu, semakin sulit buatmu tertidur. Terimalah dan berdamailah dengan suara-suara itu, maka kamupun akan tertidur.” Lantas si orang bijak itu mengatakan, “Ingatlah Nak. Apa yang berusaha kamu lawan akan terus menerus muncul. Berdamailah!”

Ajaib sekali. Kisah ini ternyata begitu masuk akal baginya. Berikutnya, proses perubahannya mulai sangat sangat bagus, tatkala ia mulai belajar berdamai dan menerima masa lalunya.

Banyak Aplikasi Storytelling

Bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, saat ini storytelling pun mulai diajarkan sebagai salah satu skills penting seorang leader. Saya sendiri pernah melihat sebuah program leadership di London, dimana salah satu materinya adalh teknik bercerita. Dalam perusahaan dan bisnis, storytelling diakui sebagai salah tau telnihk persuasi yang baik. Karyawan-karyawan, tidak lagi digugah dengan nasihat dan aturan yang panjang lebar, tetapi dengan kisah dan cerita.

Bahkan, dalam penjualan pun, sekarang ini mulai berkembang iklan maupun salesman yang menggunakan storytelling terkait dengan produknya. Terbukti storytelling merupakan salah satu alat membujuk yang luar biasa. Tak heran jika dalam salah satu teknik hipnoselling yang saya ajarkan, salah satu teknik utamanya adalah dengan menggunakan storytelling. Orang mungkin akan lupa dengan pesan sponsornya, tetapi orang tidak mungkin lupa dengan kisahnya.

Karena itulah. Salah satu skills yang penting untuk kita bangun dewasa ini adalah kemampuan kita untuk menyampaikan sesuatu melalui cerita. Ingatlah, orang mungkin akan tidak setuju dengan nasihat ataupun bujukan kita, tetapi orang tidak mungkin menentang sebuah cerita. Ini merupakan skills sejak masa manusia primitive yang masih akan terus dibutuhkan. Bukankah sejak jaman dahulu kala, manusia gua sudah mengenal teknik mendongeng di depan api unggun. Ternyata, hingga sekarang, teknik ini pun masih tetap begitu berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *