Prinsip 212: “Extra Degree” Penentu Nasib

“Lakukan segala sesuatu dengan semangat mencari yang LEBIH. Hal ini akan membebaskanmu dari sikap setengah-setengah.”

[Ignatius Loyola]

Prinsip 212

Ada yang menarik dengan air yang sedang dimasak. Pada detik-detik menjelang mendidih, Anda akan melihat gelembung-gelembung air yang bergolak. Tapi, air itu belum mendidih.  Belum! Tapi, suhunya sudah sangat panas. Bayangkan saja pada detik itu, suhu air mencapai 99 derajat Celcius. Tepatnya, satu derajat sebelum air itu berubah wujud menjadi uap. Atau, dalam sakala Fahrenheit 211 derajat, satu derajat lagi mendidih, yakni pada angka 212. Air begitu panas. Tapi, lihat, bila suhunya ditambah 1 derajat saja, maka air itu langsung mendidih. Berubah wujud menjadi uap. Cerek pun bergemeretak diikuti uap yang meletup-letup. Coba tahan seluruh uap air dalam cerek itu. Kemungkinan besar karena tekanan besar, cerek itu akan meledak!

Dalam uap air itu, ada kekuatan luar biasa. Uap mampu menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Uap juga mampu menggerakkan lokomotif. Banyak manfaat uap bagi kehidupan manusia.

Nah, itulah yang menjadi ide pokok dari film serta buku yang membahas prinsip 212º Extra Degree.  Sekarang, karya SL Parket dan Mac Anderson ini sangat populer.

Dalam prinsip ini, ukuran uap air yang dipakai adalah ukuran Fahrenheit dari Amerika. Itulah sebabnya air mendidih pada suhu 212 derajat.  Baik Fahrenheit maupun Celcius pada dasarnya memunyai makna sama, yakni hanya satu derajat saja, ternyata mampu membuat perbedaan yang luar biasa.

Aplikasi Prinsip 212

Bayangkan bagaimana hal itu terjadi dan diaplikasikan dalam hidup keseharian kita. Sebuah perbedaan kecil tetapi mampu membuat dampak perbedaan yang luar biasa.  Prinsip “beda satu derajat saja” mampu berdampak pada banyak hal dalam kehidupan kita. Termasuk pada kesuksesan hidup kita. Kita juga bisa belajar dari lapangan olahraga. Beberapa hasil penelitian dan data lapangan menunjukkan betapa berartinya perbedaan kecil ini. Misalnya dalam golf. Perbedaan selama 25 tahun terakhir antara para juara tempo dulu dengan sekarang tidak lebih dari 3 stroke (pukulan). Dalam kejuaraan lari 800 meter putra di tahun 2004, ternyata selisih antara juara pertama dan juara kedua hanya 0,71 detik. Dalam kejuaraan Formula 1, dalam 10 tahun terakhir, perbedaan antara  juara pertama dan kedua hanyalah 1,54 detik.  Namun, juara pertama mendapatkan uang nyaris dua kali lipat uang yang diterima juara kedua.

Prinsip ini bisa kita implementasikan dalam banyak hal. Kenyataan menunjukkan, ada sedikit sekali perbedaan antara kita dengan kompetitor. Hanya dengan sedikit usaha, terciptalah  perbedaan yang sangat besar. Saya jadi teringat dengan pengalaman seorang trainer yang berhasil mendapatkan proyek mengajarkan customer service di suatu perusahaan hanya karena ‘extra degree’-nya adalah menegur dan berterima kasih serta berpamitan kepada office boy yang telah membuatkan minuman. Tampaknya sepele. Perusahaan akhirnya memutuskan menggunakan trainer itu. Alasannya sederhana, trainer itu menunjukkan integritas sebagai pengajar customer service dengan menghargai orang yang melayaninya.

Bayangkan pula dalam situasi lain, “extra degree” ini adalah seorang penjual asuransi yang rela mengunjungi pelanggannya di rumah sakit dan membantu pengurusan dokumennya. “Extra  degree” seorang penjual adalah saat ia masih rela menunggu hingga tengah malam karena prospeknya begitu sibuk. “Extra degree” seorang penulis yang jadi best seller adalah karena ia rela menambah dan mencari informasi dan data untuk melengkapi tulisannya.

Begitulah realitasnya. Mereka yang mampu dan berani  melakukan “extra degree” mampu pula membuat perbedaan. Seperti dalam kancah olahraga, perbedaan tipis pun bisa membedakan seorang pemenang dan pecundang.

Kita pun mampu melakukan “extra degree” denga persiapan dan komitmen dalam hidup kita. “Extra degree” seorang pelajar bisa berarti tidur lebih larut untuk belajar dan memberikan waktu lebih banyak untuk terus latihan sehingga menjadi siswa yang penuh prestasi. “Extra degree” seorang konsultan berarti extra effort mempersiapkan presentasi dengan data-data yang lebih akurat sehingga presentasinya menjadi lebih baik pada keesokan harinya. “Ekstra degree” seorang karyawan bisa berarti hanya meluangkan 10 menit setiap hari untuk baca buku, sehingga dirinya lebih up to date dibandingkan yang lainnya. “Ekstra degree” seorang ibu bisa berarti meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk mendongengi anaknya sehingga sepanjang hayatnya anak itu selalu mengingat relasi cinta dengan ibunya yang selalu hadir setiap malam. Demikianlah pembaca, ada begitu banyak extra degree yang akan membuat perbedaan besar dalam hidup Anda kalau mulai Anda jalankan hari ini.

Cobalah mulai sekarang pikirkan, apakah “extra degree” Anda yang kalau Anda lakukan dengan tekun akan membuat perbedaan besar dalam hidup Anda sekarang. Segera lakukan!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *