PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) adalah sebuah BUMN Indonesia yang bergerak di bidang pariwisata. Berawal dari mengelola area komersial Nusa Dua menjadi destinasi wisata dunia di Indonesia. Berkembang ke pengelolaan Kawasan Pariwisata Nusa Dua-Bali dan Mandalika-Lombok. Bahkan mulai merambah ke luar negeri. Di tengah perubahan yang terjadi didalam organisasi, di luar sana perubahan pun sudah menimbulkan keterkejutan dan kekacauan! Sekarang eranya Disruption! Untuk bisa tetap bertahan dibutuhkan SDM yang tangguh dan sudah pasti tidak bisa bekerja sendirian tetapi dibutuhkan kerja tim. Problemnya di dalam sebuah organisasi tidak semua orang memiliki kesadaran dan keluesan untuk mengikuti perubahan yang ada. Itu sebabnya ITDC pun dengan sigap mempersiapkan para leadernya untuk bisa menjadi change agent di dalam organisasi mereka.

Dalam prosesnya, para change agent ini pun senantiasa dibekali dengan pemikiran-pemikiran baru. Salah satunya dengan melakukan ITDC (Indonesia Tourism Development Center) Change Agent Refreshment Workshop. Workshop kali ini diberi judul "Change Paradigm in Work and Service" dan diadakan tanggal 14 Mei 2019 di Hotel Santika Nusa Dua. Sebanyak 45 peserta dari Jakarta, Bali dan Lombok hadir dan mengikuti workshop ini dengan penuh antusias. Workshop ini menjadi sangat menarik untuk para peserta karena dalam proses pembelajaran peserta tidak hanya mendengarkan materi saja tapi juga diajak melakukan activity, games dan refleksi. Metode yang berwarna dari master trainer HR Excellency Anthony Dio Martin dan Max Sandy lah yang membuat peserta terus menunjukkan perhatiannya selama workshop berlangsung. Dan yang paling penting peserta pulang dengan sebuah semangat untuk bisa menjadi motivator buat rekan-rekannya yang lain. Thanks buat temen-teman ITDC yang penuh semangat, fun dan ceria. Be an extraordinary change agent with CIPTI as a guidance!

Lupus adalah suatu gangguan sistem kekebalan menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan. Dalam proses perjuangan para Odapus (Orang Dengan Lupus) mereka tentunya tidak bisa sendiri, butuh pendampingan khusus. Itu sebabnya mereka biasanya didampingi seorang Care Giver baik itu orang tua, pasangan, anak atau siapapun itu. Itu saja tidak cukup, adanya komunitas yang menjadi wadah buat mereka bertemu dengan sesama pejuang pun akan menjadi kekuatan sendiri mengingat hingga saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan. Saling mengerti, memahami dan support hal yang benar-benar harus dijaga diantara mereka. Hal inilah yang kemudian yang diangkat menjadi topik seminar yang diberikan oleh Bp. Anthony Dio Martin di acara Hari Lupus Sedunia di Yogyakarta.

Ya, tiap tahun tanggal 10 Mei dijadikan hari peringatan Lupus Dunia. Combiphar sendiri sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang industri healthcare pun sejak lama selalu menunjukkan supportnya di acara Hari Lupus Sedunia setiap tahunnya. Tentu saja karena ini sejalan dengan komitmennya untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat Indonesia.

Tahun ini Hari Lupus Sedunia diadakan tanggal 12 Mei 2018 di Pendopo Agung Royal Ambarukmo Yogyakarta. Berbagai kegiatan dilakukan di hari ini dan diantaranya para Odapus dan Care Giver diberikan Seminar "Lupus: I Care, You Care, We Care". Lewat materi dan berbagai aktivitas dan games yang dilakukan peserta pun mendapatkan tips yang bisa membantu mereka untuk tetap membuat mental emosional mereka tetap stabil dikala kondisi sedang sulit. Peserta pun terlihat begitu antusiasnya.

Pada sore harinya, juga diadakan Motivasi Radiotalk di SmartFM Yogyakarta yang menghadirkan Bp. Anthony Dio Martin, Mbak Ian sofyan mewakili komunitas Lupus Yogyakarta dan Mas Juno dari Corporate Communication Combiphar dengan mengangkat tema “AKU MEMILIKI LUPUS TAPI LUPUS TIDAK MEMILIKIKU”. Isi sharingnya sangat inspiratif.

Akhir kata tuk semua para Odapus dan Care Giver di Indonesia… “Tetap semangat…Yes you can!”

Achievement Motivation Training yang biasa disingkat AMT ini adalah program lama yang dihidupkan kembali. Program AMT (Achievement Motivation Training) dulunya diciptakan dan dijalankan sekitar tahun 1960-an. Program ini sendiri dikembangkan berdasarkan konsepnya McClelland dan banyak yang terbantu oleh program ini. Dengan berjalannya waktu trend AMT sempat hilang. Namun fenomena disruption sepertinya menjadi salah satu alasan yang membuat beberapa perusahaan merasa penting untuk menjalankan kembali. Seperti di SIS, salah satu kontraktor pertambangan terkemuka di negeri ini, mulai mensyaratkan training AMT untuk mengisi gap antara kompetensi dan achievement orientation.

Kami pun berterima kasih ke management karena HR Excellency dipercaya untuk menjalankan program ini. Maka, dua hari ini kita mensharingkan ilmu AMT kepada para team leader SIS. Tentu saja isi materinya disesuaikan dengan konteks "jaman now". Begitu juga dengan activity yang dilakukan. Semuanya membuat program AMT selama 2 hari ini berlangsung dengan sangat fun. 23 peserta yang yang hadir dari tanggal 3-4 Mei 2018 di Grand Whiz Hotel Jakarta pun terlihat sangat antusias.

Antusiasme inilah yang kemudian menginspirasi peserta untuk mengelola motivasi kerja mereka dalam proses mencapai tujuannya. Motivasi ini sangat penting tentunya karena berpengaruh juga ke seberapa besar usahanya untuk meningkatkan kompetensi mereka. Pada akhinya kami mau mengucapkan terima kasih buat para leader SIS. Ingat kembali apa noble goal Anda dan selamat mewujudkannya lewat semua langkah yang Anda ambil. Yes you can!

Dari sekian banyak tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin di perusahaan adalah mengelola perubahan. Ada sebuah kalimat yang cukup menohok “The most dangerous phrase in the language is “we’ve always done it this way”.” Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk dapat mengenali perubahan-perubahan penting dan mampu mengikuti perubahan itu. Dan dalam proses tersebut dibutuhkan keberanian untuk melakukan sesuatu dengan pendekatan yang berbeda. Tidak hanya itu seorang pemimpin pun harus mampu mengambil tempat di dalam hati setiap orang, agar semua orang dalam perusahaan bisa saling menyatu dan saling berempati, untuk membawa perubahan itu ke arah yang lebih baik. Tentu saja itu tidak mudah. Untuk bisa sukses memimpin perubahan, dibutuhkan kecerdasan emosional (EQ).

Change, Care, Committed with EQ program pun dipilih untuk menjadi salah satu cara menyiapkan para pemimpin di PT Petro Energy secara mental agar sukses melewati berbagai perubahan yang ada. Jika sebelumnya program ini sudah dilakukan di level BOD, kali ini program yang sama pun diberikan untuk para GM yang ada di perusahaan ini. Program yang berlangsung selama 1 hari ini dilakukan di tanggal 2 Mei 2018 di Hotel Santika Premiere. Selama sehari ke 7 pemimpin yang hadir mendapatkan banyak materi terutama berkaitan dengan kompetensi EQ penting yang harus dimiliki mereka. Dan yang terpenting dari semuanya bagaimana cara mengaplikasikan kompetensi-kompetensi tersebut. Lewat berbagai contoh, aktivitas bahkan diskusi yang terjadi antara peserta dan Master Trainer HRE, Anthony Dio Martin, para peserta pun bisa memahami setiap kompetensi tersebut dan terinspirasi serta termotivasi untuk mempraktikkannya nanti di dunia kerja mereka. Seperti kata Susan Somerset Webb “A leader is someone who does it first and then shows others how”, maka jadilah pemimpin yang tidak hanya tersinpirasi tapi juga menginspirasi. Take action with EQ!

Reflect, Share, Brainstorm. Itulah proses yang dilakukan dalam sebuah program khusus yang diberikan untuk para Newly Assistant Manager di PT Adient Automotive Indonesia. PT Adient Automotive Indonesia sendiri adalah salah satu bagian dari perusahaan Adient yang berada di 34 negara di dunia dan berkantor pusat di USA. Perusahaan ini secara khusus memproduksi tempat duduk dan interior otomotif lainnya untuk semua produsen mobil besar. Itu yang membuat mereka memimpin di bidang ini dengan jangkauan dan skala global yang tak tertandingi. Sebagai bagian dari perusahaan internasional ini maka diharapkan setiap pemimpin baru di Adient mempunyai pandangan yang sama dan memiliki kemampuan yang sama untuk dapat mengembangkan dan menumbuhkan budaya Adient nantinya. Budaya kemenangan, kepuasan pelanggan dan keunggulan operasional.

Untuk itulah selama 2 hari, dari tanggal 28-29 April 2018, ada 19 pemimpin dan calon pemimpin yang terpilih mengikuti New Leader Development (NLD) Program di Hotel Harper, Purwakarta. Sebuah program yang dipercayakan Adient Asia Pasific untuk dijalankan oleh Shi Bisset & Associates yang berpusat di Shanghai. Sebagai Associate Professional Trainer mereka maka di Indonesia program ini dibawakan langsung oleh Bp. Anthony Dio Martin. Gaya mengajarnya yang sangat aplikatif dan dalam serta dilengkapi dengan berbagai activity menarik dan inspiratif membuat para peserta pun sangat menikmati setiap proses yang ada. Meskipun program ini berlangsung di hari Sabtu dan Minggu tetapi para peserta tetap bersemangat belajar! Para peserta pun benar-benar mendalami perilaku LEM (Leader Expectations Model) dan nilai-nilai Adient yang diharapkan. Tidak hanya itu peserta pun diakhir program berkomitmen untuk menerapkan perilaku The Leader Six yang diulik lewat setiap pembelajaran yang ada di program ini.

Akhir kata: We learn,..we have fun,..we get insight...we apply! Selamat mengembangkan diri dan mengembangkan orang lain leaders!

Pisau yang selalu dipakai tapi tidak pernah di asah pastinya akan tumpul nantinya. Sama juga dengan para leader di Alam Sutera. Jualan-jualan tapi ada saatnya harus stop sejenak dan merefresh pemikiran dengan sesuatu yang tentunya positif untuk kerjaan mereka selanjutnya. Riset oleh Center For Creative Leadership (CCL) yang tiap tahunnya melayani lebih dari 20,000 orang dan 2,000 organisasi menemukan 3 aspek yang membuat para pemimpin gagal: tidak mampu beradaptasi, tidak mampu bekerja baik dalam tim serta kemampuan hubungan interpersonal yang parah. Begitu juga riset dari Egon Zehnder International yang meneliti 515 senior eksekutif menemukan EQ lebih menjadi penentu kesuksesan daripada IQ mereka. Itu sebabnya "EQ for Selling & At Work Workshop" menjadi pilihan untuk mengasah pemikiran para leader di Alam Sutera ini secara khusus di bagian Sales & Marketing. 28 peserta di kumpulkan dari tanggal 25-26 April di Kantor Pusat Alam Sutera, Synergy Building.

Banyak tips yang diberikan selama 2 hari workshop. Diantaranya mengajarkan kepada para team sales Alam Sutera agar lebih tangguh secara emosional dalam membangun relasi dan cerdas emosional dalam berinteraksi dengan buyer & agent. Dan ini penting untuk para peserta dalam menjalankan tugasnya yang banyak berhubungan dengan orang lain baik dalam tim maupun buyer. Bagaimana cara kita menyampaikan, kadang lebih penting daripada apa yang kita sampaikan dimata buyer, agent atau bawahan. Seperti kata Theodore Roosevelt “People don't care how much you know until they know how much you care”. Lewat sharing dan coaching yang dilakukan para master trainer di ruang kelas dan para konselor di sesi coach tentunya cukup membuka pemikiran para peserta untuk semakin termotivasi dalam mengembangkan teamwork yang baik dan menaikkan hasil penjualan tapi kali ini dilakukan dengan menerapkan EQ di dalam interaksi mereka untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selamat menerapkan di dunia sesungguhnya dan Becoming a High EQ Seller!

"EQ for Selling & At Workshop" Alam Sutera, 25-26 April 2018, Synergy Building - Tangerang

 We must never be too busy to take time to sharpen the saw

A good head and a good heart are always formidable combination

EQ help you to be more Aware, Accept your self, better in Affection and being Affirmed

Becoming a High EQ Seller!

Banyak orang yang sudah lama bekerja namun belum tentu memiliki kepekaan dalam membaca peta situasi bisnis, mempertimbangkan resiko serta melihat kesempatan untuk mencapai hasil maksimal. Padahal hal ini sangat penting apalagi untuk seorang leader. Untuk bisa memilikinya perlu di asah namun apanya yang mau di asah kalau penyadaran akan dirinya dan situasi yang sedang terjadi sekarang belum muncul. Hal ini yang kemudian dengan cara yang fun di angkat lewat sebuah simulasi permainan strategi yang didatangkan HR Excellency dari Malaysia dengan nama “THE MAP”. Simulasi baru yang benar-benar masih fresh yang banyak dilirik oleh berbagai perusahaan.

Kali ini THE MAP pun dilaksanakan di Medan. Secara khusus diberikan untuk Team Leader dari PT Permata Hijau Group, di Fave Hotel, Medan. Ada 24 peserta di level direksi dan manager yang merasakan fun learning ini. Suasana simulasi benar-benar heboh karena antusiasme yang ditunjukkan peserta selama proses berlangsung. Tahapan demi tahapan dilewati dengan dinamika yang berbeda-beda. Ada serunya, senangnya, seriusnya, kesalnya, gado-gado deh pokoknya. Namun di sini setiap peserta benar-benar bisa terlibat dan merasakan setiap proses. Tidak hanya itu, peserta juga melewati proses Reverse Learning dimana masing-masing belajar untuk menemukan insight dan kesimpulan dari permainan ini. Dan yang paling penting bagaimana pembelajaran yang di dapat bisa di aplikasikan di tempat kerja mereka.

Dengan kemampuan Master Trainer yang sangat kompeten setiap proses terulik dengan baik dan THE MAP pun menjadi simulasi yang tak terlupakan bagi setiap peserta yang mengikutinya karena efeknya tidak hanya dirasakan secara tim tapi juga personal lewat penyadaran akan kecenderungan diri sendiri. Dengan pemahaman ini semoga cukup menginspirasi peserta untuk bisa mempertahankan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang masih kurang. Lakukan perubahan demi kemajuan pribadi dan kemajuan perusahaan kita: PHG!

Setelah dua tahun menemani PT Pfizer Indonesia dalam program TRANSFORMER, di tahun ini HR Excellency kembali dipercaya management untuk melakukan pendampingan ke para Tim Sales mereka dengan program THE AVENGER. Sebuah program tahunan untuk memberdayakan Sales Leader dalam meng-coach timnya. Juga untuk mengoptimalkan analytical skills sales team leader. Tentu saja ada beberapa program yang akan dilakukan nantinya namun perlu di awali dengan sesuatu yang dianggap bisa mengakselerasi semangat para anggota team di Kick Off AVENGER PROGRAM. Itu sebabnya selama sehari para sales leader Pfizer dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dikumpulkan di Hotel Swiss Belhotel Airport untuk mendapatkan gambaran tentang apa saja yang harus dan akan mereka lakukan di sepanjang program ini berlangsung. Tidak hanya itu saja, peserta pun mendapatkan sesi inspirasi dari HR Excellency yang menghadirkan Anthony Dio Martin dan Max Sandy sebagai master trainer HR Excellency untuk membantu memercikkan diawal semangat ke-36 leader yang hadir di tanggal 18 April 2018 itu.

Keseruan di mulai sejak peserta di ajak untuk melakukan sebuah Business S(t)imulation berupa permainan strategi berbentuk “War Game”: THE MAP. Peserta benar-benar bersemangat melewati setiap proses yang ada tentu saja rasa tidak ingin menjadi tim yang kalah mendorong setiap anggota untuk memastikan tim mereka tidak bernasib apes walaupun pada akhirnya dalam sebuah permainan pasti akan ada yang kalah dan menang. Namun pada akhirnya peserta pun bisa belajar banyak hal dari permainan ini tentang Business Acumen dan Business Fighting Spirit. Hal penting yang harus diketahui setiap profesional pastinya. Semoga percikan awal ini cukup untuk mengobarkan api penuh semangat untuk memulai program baru dengan berbagai perubahan yang akan di hadapi. Dan yang terpenting dari semuanya itu, setiap peserta mampu untuk beradaptasi dengan cepat dan mampu menjalankan strategi-strategi baru untuk hasil yang maksimal. Go Pfizer Sales! We Are AVENGER Team!

“Seorang profesional bintang (STAR) pastinya mampu menginspirasi berpuluh-puluh orang di lingkungan kerjanya!” S = Supportive Attitude; T = Take Action; A = Antisipate Action; R = Result Oriented. Profesional seperti ini yang akan selalu jadi incaran perusahaan manapun. Tentu saja karena kontribusi yang bisa di berikannya untuk perusahaan. Dan setiap orang yang bekerja pun pasti menginginkan dirinya menjadi seorang professional bintang. Tentu saja karena nilai jualnya tinggi dan penghasilan yang baik pun akan mengikutinya. Permasalahannya tidak semua orang mengetahui rahasianya. Rahasia itulah yang diungkap di dalam Training "BECOMING A STAR AT WORK" menjadi salah satu training andalan dan selalu diminta perusahaan yang membutuhkan seminar atau training In House untuk memotivasi leader ataupun karyawannya. Namun mengingat materinya yang sangat bagus banget dan beberapa peserta yang pernah ikut menanyakan apakah seminar/training yang sama dibuat Public Class-nya juga maka kamipun memutuskan untuk melaksanakannya sejak 3 tahun lalu.

Tahun ini Training "BECOMING A STAR AT WORK" diadakan tanggal 17 April 2018 di Jakarta Design Center (JDC), Slipi Jakarta dan diikuti 28 peserta dari berbagai perusahaan. Tentu saja karena perusahaan-perusahaan ini ingin melahirkan lebih banyak profesional STAR di lingkungan kerja mereka. Training sehari ini dibawakan langsung oleh 2 Master Trainer HR Excellency Anthony Dio Martin dan Max Sandy. Keseruannya sudah terlihat sejak awal karena banyak aktivitas yang dilakukan di training ini berkaitan dengan 7 mental penting yang harus dimiliki peserta untuk menjadi seorang profesional berkualitas. Training ini benar-benar mampu membuat peserta terinspirasi untuk mengubah Mindset-nya yang masih keliru. Semua tips rahasia yang dibagikan benar-benar membantu peserta yang merasa masih kurang ataupun yang justru merasa sudah bagus bisa menjadi lebih produktif dan tetap termotivasi dalam bekerja. Terlihat dari Testimoni dari peserta. Belajar tanpa pembuktian tidak ada gunanya. So, selamat berkarya, bekerja dengan cerdas dan Be a Star!

Workshop 2 Hari "EQ at Work" (Kecerdasan Emosi di Tempat Kerja) bagi staf dan supervisor PT Permata Hijau Group, Medan berlangsung kembali. Kali ini workshop untuk angkatan IX dilakukan di Royal Suit Condotel Medan dari tanggal 20-21 April 2018. Workshop ini diikuti oleh 39 peserta level supervisor dan staf yang berasal dari KanDir, Belawan dan KIM II.

Mengapa EQ menjadi materi yang dianggap penting oleh manajemen Permata Hijau Group? Tentu saja karena manajemen sadar betul bahwa EQ yang baik akan membuat seseorang menjadi lebih efektif dan efisien dalam bekerja. Mengapa bisa begitu? Karena EQ membuat seseorang lebih mampu mengelola energinya dan energi itu sendiri oleh Jim Loehr & Tony Schwartz (penulis “The Power of Full Engagement”) merupakan faktor utama tingginya kinerja seseorang, bukan waktu. Energi yang terkelola dengan baik akan membuat seseorang akan lebih siap secara mental dalam menghadapi tantangan apapun di depan dan pastinya respon yang muncul pun akan lebih baik.

Selama 2 hari peserta diajak untuk belajar, sharing, serta melakukan berbagai aktivitas yang akan membantu mereka mengaplikasikan kecerdasan emosional (EQ) di tempat kerja. 2 hari menjadi pembelajaran yang sangat fun dan menginspirasi untuk peserta karena setiap bagian dari materi dibawakan dengan sangat baik oleh Master Trainer HR Excellency, Bp. Anthony Dio Martin dan Bp. Max Sandy. Dan selalu dibagian akhir ada kejutan yang diberikan ke peserta yang bisa mencegah mereka dari kondisi Mental Block. Terima kasih untuk spirit, antusiasme, kebaikan serta keramahan temen-temen di PHG! Terkhusus untuk temen-teman People Development PHG yang mengorganisir acara ini dengan rapih! Belajar EQ hanyalah langkah awal, pertandingan sesungguhnya justru dimulai di tempat kerja. Seperti isi sebuah quote “You can’t stop the wave but you can learn to surf.” Maka inilah saatnya untuk berselancar dengan EQ! Sukses semuanya!