Inilah 3 Hal Yang HR Bisa Lakukan Untuk Perbesar Lingkar Pengaruhnya Bagi Orang -Orang di Perusahaan!

Tahu nggak apa kalimat terbaik yang bisa diterima seorang praktisi HR? Bagiku, kalimat itu datang dari salah satu pimpinan tinggi perusahaan yang mengatakan, "Tin, terima kasih ya. Selama ini aku tidak melihat HR itu bermanfaat. Tapi, dengan timmu aku melihat bagaimana HR menjadi partner yang strategis buat perusahaan ini". Hatiku melambung. Merasa dipercaya tapi juga merasakan itu sebagai tantangan.

Baru-baru ini saya membaca tulisannya Steve Browne "HR On Purpose" yang diterbitkan SHRM th 2017. Tulisan yang menarik karna mengajak orang HR untuk meletakkan "hati"nya dalam pekerjaannya, daripada sekedar menyelesaikan tumpukan dokumen-dokumen kerjanya. Atau sekedar ikut meeting ke meeting, tetapi tidak membumi. Intinya, sama seperti pejabat, banyak HR yang merasa mengurusi rakyat namun tidak merakyat.

Terus, bagaimanakah ide-ide agar HR bisa memperbesar lingkar pengaruh mereka?

Pertama-tama. Berbaurlah dengan masyarakat bawah dalam organisasi. Justru kadang dengan berbaur, Anda bisa mendengarkan banyak hal sekaligus Anda pun bisa langsung mengoreksi kalau ada informasi yang salah.

Kedua. Bagi tugas tim dalam HR untuk terlibat dengan orang-orang. Tugaskan mereka untuk mendengar lantas melaporkan. Lakukan meeting dan obrolkan inisiatif-inisiatif yang bisa dilakukan oleh tim HR. Jangan ekslusif. Jangan sampai HR sendiri terkotak-kotak. Sebagai contoh, meskipun terkadang yang bagian kompensasi sering merasa tidak mengurusi orang secara langsung bukan berarti mereka tidak perlu dekat dengan orang. HR adalah orang, maka hal pertama-tama adalah HR pun harus dekat dengan orang.

Ketiga. Luangkan waktu untuk mendengarkan orang. Ini sebenarnya tugas leader. Tapi, HR bisa berinisiatif mengambil peran leader untuk mendengarkan. Ada yang cuma sekedar curhat, ada si pengeluh, ada yang galau, ada yang mulai demotivasi, ada yang mulai diapproach "took sebelah". Memang tidak semua harus diladeni apalagi dientertain. Tapi, HR jangan sampai tidak punya waktu untuk mendengar keluh kesah orang. Banyak masalah karyawan yang bisa tertangani atau diantisipasi berkat jurus "mendengarkan"nya HR. Percayalah, saya mengalami berkat keinginan meluangkan waktu mendengarkan, tabungan emosi yang baikpun tercipta. Ada karyawan yang mau menuntut perusahaan bisa dicegah berkat hubungan baik. Ada karyawan tidak perform yang bisa dibicarakan baik-baik untuk mundur. Semua itu bisa dilakukan berkat tabungan emosi positif. Dan tabungan ppositif bisa tercipta berkat waktu yang diluangkan bagi orang-orang diperusahaan.

So HR, hukum bisnis berlaku buat Anda, "No time for your people is no time for your business"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *