image_Turning Demon Into Diamond (EQ Leadership)_web hre

Mungkin Anda banyak mendengar rekan Anda berkata:

” Saya punya bawahan yang pandai sekali. Kemampuannya betul-betul bagus dan kadang-kadang suka show off. Meskipun tidak pernah mengucapkan, kesannya dia merasa lebih pintar dari saya. Memang di beberapa hal saya kurang begitu menguasai, karena bukan bidang studi saya. Tapi, saya malas bertanya kepadanya. Bagaimana harus bersikap?”

“Saya capek memecat dan memgeluarkan bawahan yang tidak becus. Sebenarnya apa yang terjadi di tempat kami. Turn over tinggi sekali. Tapi kalau tidak begitu maka hasil tidak akan ada. Tetapi banyak yang meskipun saya ancam, tetap tidak mempan”

Di saat organisasi menuntut seluruh personal tim-nya untuk bekerja dengan cepat, sigap dan tepat sasaran, para leader dihadapkan pada tim yang justru memperlambat kinerja timnya. Apalagi kalau kita bicara soal DEMON-DEMON (setan-setan) di perusahaan yang kadang jadi masalah perusahaan. Tetapi, karyawan yang bermasalah yang seringkali dicap sebagai “setan”, “biang kerok”, dll itu sebenarnya tidak selalu buruk. Kadangkala, mereka adalah berlian-berlian yang belum terasah. Nah, tinggal bagaimana cara kita mengembangkan mereka!

Seminar Turning Demon Into Diamond menggunakan kerangka dan framework EQ (Kecerdasan Emosional) dalam memberikan coaching kepada anggota tim. Jadi EQ Coach menggunakan ilmu EQ untuk: membangun potensi, mengatasi persoalan masa kini dan menyiapkan masa depan.