image_Leadership-Managerial-Quotient_web-hre

Mendapatkan posisi managerial sebenarnya adalah kepastian. Survei di Amerika menyebutkan, bila seseorang bekerja dengan baik dan normal, 60%-75% pada akhirnya akan bisa sampai pada jenjang managerial. Namun, menjabati suatu posisi tidaklah lantas menjamin bahwa seseorang pasti layak menjadi pemimpin. Banyak yang secara teknikal hasilnya memuaskan tetapi karakter kepemimpinannya bermasalah. Begitupun sebaliknya, ada yang kepemimpinannya disukai, tetapi hasilnya dipertanyakan. Itulah sebabnya, peran dalam strukturan kepangkatan dengan peran kepemimpinan harus menyatu. Artinya, secara karakter bagus dan secara teknis hasilnya juga memuaskan. Itulah tantangan terbesar dalam peran managerial dan kepemimpinan (leadership) para pemimpin di berbagai organisasi dewasa ini.

Dalam realitanya, untuk dapat menjalankan fungsi-fungsi manajemen, setiap leader harus memiliki keterampilan. Ada keterampilan yang sudah dimiliki, ada pula keterampilan (competencies) yang harus disiapkan dan dilatihkan sebelum ia menduduki jabatan tertentu. Disinilah pentingnya pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya pelatihan yang terkait dengan leadership skills.

Berdasarkan pengalaman kami menyelenggarakan berpuluh-puluh serta memberikan bimbingan kepada para pemimpin yang baru diangkat, ada satu persoalan yang ternyata sering terjadi. Umumnya, prosesnya dimulai dari seorang pelaksana/staff level bawah yang mempunyai keterampilan teknis yang cukup tinggi. Di sini, si staff tersebut melakukan tugas dan pekerjaannya yang spesifik dan ia bekerja sendiran untuk tugas. Dan, tatkala hasilnya sangat memuaskan, manajemen pun sangat kagum dan mulailah ia dipromosikan. Persolan pun mulai timbul. Begitu ia diangkat menjadi leader, maka terbukti bahwa keterampilan teknis saja tidaklah cukup. Ia sudah harus mampu memperluas cakrawala dan tanggung jawabnya, termasuk dalam hal mengembangkan anak buah dan bekerjasama secara strategis dengan unit lainnya. Banyak leader yang ternyata bagus dalam hal teknis, tetapi sulit dalam hal membimbing dan bekerjasama dengan orang lain.

Kenyataan menunjukkan, semakin tinggi posisi seseorang di dalam tingkatan manajemen dalam organisasi, sebenarnya akan semakin sedikit tugas-tugas yang berkaitan dengan keterampilan teknis. Peran leader mulai menjadi semakin luas dan semakin strategis.

Manfaat yang didapat peserta saat mengikuti pelatihan ini:

  • Meningkatkan kemampuan pemimpin dalam hal mengelola pekerjaan (Job), mengelola orang (People) dan mengelola proses (Process) terkait dengan tanggung jawab saat ini
  • Mendapatkan berbagai tools serta pemikiran penting yang mungkin diaplikasikan di lapangan, dengan tools dan metode aplikatif yang telah terbukti efektif untuk pengembangan para pemimpin dari berbagai perusahaan multinasional terkemuka
  • Lebih terampil memotivasi dan mengembangkan potensi dari para bawahan
  • Lebih terampil dalam melakukan komunikasi dan menjual ide/gagasan baik ke dalam maupun ke luar dari perusahaan
  • Mampu menciptakan image dan perilaku sebagai leader yang efektif dan profesional yang seimbang antara managing job serta managing people-nya
  • Mendapatkan umpan balik secara langsung mengenai efektivitas sebagai pemimpin dan manager saat ini
  • Mendapatkan tips, strategi dan teknik-teknik kepemimpinan yang didasarkan pada 5 pilar utama kepemimpinan hasil riset selama lebih dari 20 tahun di seluruh dunia

 Materi yang dibahas dalam workshop kepemimpinan ini adalah:

  • Memahami 5 karakter kepempinan penting dan prinsip-prinsip dasarnya
  • Change Management
  • 21 Laws of Leadership
  • Memahami 4 pola berpikir serta cara mengoptimalkan proses berpikir tersebut
  • Mendalami 8 peran utama dalam tim
  • NLP for Manager
  • Strategy vs Execution
  • Aplikasi prinsip-prinsip kepemimpinan dalam permainan eksperiential yang interaktif
  • Noble Goal