“Help, Aku Nggak Pernah Cuti!”: Cuti Panjang dan Pengaruhnya Bagi Produktivitas Kerja Anda

“Help, Aku Nggak Pernah Cuti!”: Cuti Panjang dan Pengaruhnya Bagi Produktivitas Kerja Anda

Saya pernah bertemu dengan seorang top management di suatu perusahaan ritel. Dengan bangga ia berkata, “Selama nyaris lima belas tahun kerja disini, saya tidak pernah cuti panjang sama sekali!”. Namun, ia mengakui kalau kreativitasnya agak mandek. Ketika saya menggali lebih jauh lagi, ia mengakui nyaris di delapan tahun terakhir ini, tidak banyak ide atau gagasan baru yang ia ciptakan.

Nah, apakah Anda tergolong yang demikian?

Sebelum bicara soal cuti, bagaimanakah perasaan Anda soal pekerjaan Anda belakangan ini? Masihkah tetap menyenangkan, atau jangan-jangan Anda mulai merasakan negativitas (suasana negatif) melingkupi pekerjaan Anda saat ini?

Misalkan saja. Apakah Anda sudah mulai bosan dengan rutinitas yang ada di kantor Anda? Mungkin karena berbagai alasan yang mempengaruhinya seperti lingkungan kerja yang tidak kondusif, pekerjaan yang tidak memfasilitasi keahlian Anda, kurangnya kedekatan dengan rekan kerja atau hanya karena tidak cocok dengan budaya kerja perusahaan. Dulunya, hal-hal seperti ini tidak terasa sebagai gangguan yang berarti. Namun, sekarang gangguannya terasakan makin berat dan semakin membuat Anda lebih gampang merasa capek. Hati-hatilah!

Bisa jadi, hal ini menjadi pertanda bahwa Anda sudah mulai bosan dengan pekerjaan Anda. Jika Anda merasa sudah tidak pada tempat yang seharusnya, berarti sudah waktunya Anda ganti suasana. Ambil cuti panjang dan gunakan waktu tersebut untuk melakukan sesuatu yang kreatif atau sesuatu yang selalu ingin Anda lakukan tapi belum terlaksana. Anda akan terkejut dengan bakat yang baru Anda gali di dalam diri Anda. Sebenarnya, selain bermanfaat bagi pembaharuan diri Anda (personal renewal), cuti panjang pun tentunya akan berdampak bagi orang-orang yang Anda kasihi, terutama bagi yang telah berkeluarga.

Mengapa Cuti Bisa Bermanfaat?

Cuti panjang dapat diartikan sebagai tambahan waktu dari pekerjaan rutin untuk istirahat atau untuk mendapatkan waktu mengasah keahlian yang lain. Cuti panjang semakin populer lebih dari beberapa tahun terakhir. Tingginya tingkat pergantian karyawan menjadikan beberapa perusahaan memberikan jatah cuti panjang pada karyawanya.

Suatu penelitian yang disampaikan oleh Allison Gabriel, asisten profesor magement dari  Virginia Commonwealth University dalam majalah Entepreneur menyimpulkan hal menarik. Berkebalikan dengan keyakinan bahwa cuti akan mengurangi produktivitas, ternyata cuti justru menjadi salah satu cara untuk menaikkan produktivitas. Bacalah artikel lengkapnya disini: https://www.entrepreneur.com/article/237446

Intinya, perusahaan tidak perlu alergi dan marah-marah ketika karyawannya mengambil cuti. Hanya saja, survei dengan berbagai perusahaan besar di Amerika masih menunjukkan bahwa sekitar 18 persen atasan merasa bahwa karyawan yang sering mengambil cuti, sebagai karyawan yang kurang produktif.

Hal ini memang masih merupakan sesuatu yang dilematis. Produktivitas kerja, selalu diukur dari lamanya dan berapa sering kita berada di tempat kerja.

Faktanya, belum semua perusahaan sangat terbuka dan mengetahui pentingnya fasilitas cuti panjang bagi karyawannya.

Belakangan ini, bagi kaum millenial yang bekerja di suatu perusahaan. Pertimbangan mengenai cuti dan liburan yang diberikan oleh perusahaan, mulai menjadi pertimbangan mereka untuk bergabung dengan suatu perusahaan ataupun organisasi. Tak heran, jika banyak perusahaan yang mulai lebih fleksibel dan berusaha lebih terbuka, ketika menyangkut cuti panjang.

Sebenarnya, hal ini telah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan kita, khususnya oleh Dapnaker. Perusahaan yang baik tentu memberikan fasilitas yang baik bagi karyawanya, termasuk dalam hal ini adalah cuti panjang. Mungkin beberapa dari Anda ada yang tidak membutuhkan cuti panjang karena sudah merasa nyaman di kantor, namun dalam jangka panjang Anda akan butuh suasana dan semangat baru untuk bekerja dengan lebih baik lagi.

Bagusnya, di beberapa area industri seperti perbankan, adanya cuti panjang mulai diwajibkan. Selain bagus untuk menghindari manipulasi karyawan, juga bagus untuk pembaharuan sistem (system maintenance) serta tentunya, bagus bagi pembaharuan diri si karyawan.

Nah, kalau saat ini Anda sedang berpikir untuk mengambil cuti panjang, ini adalah waktu yang tepat. Pas di bulan-bulan awal tahun baru. Inilah masa yang bagus untuk merencanakan di awal semua trip dan cuti Anda.

Ingatlah, mulailah tahun yang baru dengan membuat perubahan yang berbeda.

Salam Antusias dari Top Trainer Indonesia!

#toptrainerindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *