GENERASI BABY BOOMER

Generasi Baby Boomer (sebelum tahun 1970)
  • Lahir setelah PD II, ekonomi menjadi alasan bekerja yang penting
  • Sopan santun dan tata krama
  • Hasil tempaan dan didikan yang keras, sehingga juga menerapkan hal ini dalam hidup mereka
  • Sering membanggakan pengalaman dan pengetahun praktis lapangan yang mereka miliki
  • Kadang pendidikan terbatas, karena alasan ekonomi
  • Kadang agak kaku karena hasil didikan masa lalu
  • Terkadang suka bernostalgia soal masa lalu mereka
  • Lahir dari keluarga besar
  • Disiplin sangat tinggi
  • Terkadang agak telat dalam hal teknologi baru bahkan terkesan menolak teknologi baru
Cara Menyikapi Baby Boomer:
  • Bersikaplah sopan bahkan cara memanggil mereka pun haruslah menunjukkan penghormatan pada mereka
  • Adat istiadat dan taat cara sopan santun menjadi cukup penting dalam berurusan dengan mereka
  • Hargai pengalaman mereka dan mintalah pendapat mereka tentang sesuatu
  • Dengarkanlah mereka, meskipun merekapun tidak menuntut harus dituruti tapi paling tidak dengarkanlah pertimbangan mereka
  • Pahami kalau kadang mereka bersikap kaku, keras dan agak tegas dalam berbagai hal dan prinsip, hal ini terkait dengan pola didikan mereka
Generasi X: (lahir tahun 1970-an)
  • Punya latar belakang yang mirip dengan Baby Boomer hanya saja kesempatan dan pendidikan mereka bisa lebih maju karena peluang lebih terbuka
  • Jauh lebih adaptif, luwes dan lebih terbuka
  • Pekerja keras dan cukup loyal
  • Beberapa diantaranya masih punya latar belakang yang sulit dengan kondisi ekonomi yang susah
  • Dididik dan dibesarkan langsung oleh Baby Boomer yang keras, jadi masih merasakan kerasnya kehidupan
  • Terkadang bisa sangat ambisius, materialistik atau punya keinginan berprestasi yang tinggi
  • Keinginan untuk menunjukkan bahwa mereka telah mapan dan berhasil
  • Mulai mengenal dan beradaptasi dengan teknologi meskipun kadang tidak secanggih kecepatan generasi berikutnya
Cara Menyikapi Generasi X:
  • Puji dan apresiasilah pencapaian atau prestasi mereka ataupun kepemilikan mereka (posisi, barang, dll)
  • Libatkan mereka dalam diskusi, tetapi tidak perlu sesopan seperti memperlakukan Baby Boomer
  • Kadang motivasi dengan menggunakan pain (apa akibat buruknya kalau tidak dikerjakan) lebih berdampak buat mereka daripada pleasure (apa iming-imingnya kalau dikerjakan)
  • Melakukan sesuatu dengan sebuah tujuan yang idealis, masih cukup mempan untuk menggerakkan mereka
Generasi Y: (lahir antara tahun 1980-2000)
  • Lebih terbuka dan lebih to the point dalam berkomunikasi sehingga terkadang terkesan tidak tahu tata karma
  • Kurang suka formalitas
  • Menyukai egalitarian (kesetaraan) bukan model kepimpinan yang hirarkis
  • Intelek, rata-rata memiliki pendidikan yang tinggi bahkan banyak yang mengenyam pendidikan di luar negeri
  • Sangat fleksibel dan adaptif
  • Sering terkesan kurang disiplinnya
  • Lebih kreatif dan terbuka terhadap berbagai perubahan dan pendekatan baru
  • Memikirkan cara-cara yang lebih efisien dan lebih praktis dalam melakukan sesuatu
  • Mulai sadar dengan teknologi dan membiasakan dirinya dengan berbagai teknologi terbaru
Cara Menyikapi Generasi Y:
  • Tidak menyukai formalitas, to the pointlah dalam menyampaikan sesuatu kepada mereka
  • Tidak suka main “agenda terselubung”, mereka ingin tahu isu yang sesungguhnya serta terlibat mendiskusikannya
  • Mereka bisa bersikap emosional dan reaktif terhadap suatu kejadian, pahami gejolak mereka untuk membuktikan eksistensi mereka. Pahami dan nasihati dengan bijak
  • Ajak brainstorming ide, mereka kadang bisa mengeluarkan ide-ide yang sangat kreatif
  • Bersikaplah egaliter jangan sok mendikte. Jadikanlah mereka sebagai sahabat
Generasi Z: (setelah tahun 2000)
  • Lahir dengan kondisi yang nyaman dan enak sehingga sikap mereka cenderung lebih fun dan informal
  • Sangat familiar dengan teknologi tinggi
  • Gampang bosan, suka tantangan dan stimulasi yang baru
  • Lebih narsis dan ingin menunjukkan kehidupan pribadinya
  • Mudah mengungkapkan perasaannya secara terbuka, meskipun kadang terkesan berlebihan (lebay)
  • Banyak dilindungi dan diperlakukan dengan protektif oleh orang tua yang terdidik, akibatnya kadang kurang tinggi daya juangnya
  • Seperti memiliki energi tinggi yang seakan tidak ada habis-habisnya apalagi kalau mereka menyukai sesuatu yang mereka kerjakan
  • Suka berpetualang dan berbagai aktivitas yang memungkinkan untuk didokumentasikan dengan bagus di sosial media mereka
Cara Menyikapi Generasi Z:
  • Berilah tantangan serta proyek-proyek yang menantang untuk dikerjakan
  • Terlibatlah dalam kehidupan mereka, termasuk ikuti sosial media mereka
  • Lakukan sesuatu dengan cara yang lebih informal serta fun
  • Hargai keterlibatan mereka dengan gadget dan kalau perlu kaitkan antara pekerjaan sekarang dengan penggunaan gadget tersebut
  • Ciptakan lingkungan kerja dan hubungan yang lebih informal
  • Kenali diri mereka secara pribadi, termasuk hobi dan kebiasaan serta gunakan hal itu untuk mengapresiasi mereka secara personal
     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *